Love basket

HD

Rabu, 10 Agustus 2011

Dua Tim Baru Gabung NBL Indonesia

Dua Tim Baru Gabung NBL Indonesia
Pacific Caesar Surabaya dan NSH GMC Riau Tampil Mulai Musim 2011/12
Dua klub baru telah resmi bergabung di liga basket tertinggi di tanah air, National Basketball League (NBL) Indonesia. Mulai musim 2011-2012 nanti, Pacific Caesar Surabaya dan NSH GMC Riau akan bersaing dengan sepuluh klub yang lain.
“Kami dari DBL Indonesia sebagai penyelenggara dan seluruh anggota Dewan Komisaris NBL Indonesia mengucapkan selamat bergabung kepada Pacific Caesar dan NSH GMC. Semoga kehadiran mereka bisa semakin meramaikan persaingan di liga basket paling bergengsi di Indonesia ini,” kata Azrul Ananda, direktur PT DBL Indonesia sekaligus commissioner NBL Indonesia.
Keputusan untuk menerima tim baru, jelas Azrul, sudah lama dibahas dalam pertemuan Dewan Komisaris NBL Indonesia, yang beranggotakan pimpinan semua klub peserta dan penyelenggara. Begitu musim perdana 2010-2011 lalu berakhir, rencana itu sudah langsung dibahas.
“Kami sudah punya gambaran masa depan NBL Indonesia kelak. Berapa jumlah pesertanya dan lain-lain. Bertahap, kami akan menambah jumlah peserta. Ini penting, untuk terus membuka kesempatan bagi pemain dan pelatih untuk berkiprah di tingkat tertinggi,” papar Azrul.
Begitu kesempatan dibuka, Azrul mengungkapkan kalau ada beberapa klub yang menyatakan minat bergabung. Beberapa lantas menyampaikan surat resmi, menyatakan siap bergabung. Pihak DBL Indonesia lantas membahas bersama Dewan Komisaris soal kriteria-kriteria penerimaan sebelum memutuskan tim-tim mana yang diterima lebih dulu.
Pada akhirnya, diputuskan kalau Pacific Caesar Surabaya dan NSH GMC Riau sebagai anggota baru NBL Indonesia. “Kepada tim lain yang berminat, kami sudah menyampaikan kalau masih ada kesempatan untuk bergabung di masa mendatang,” tandas Azrul.
Keputusan mengenai anggota baru NBL Indonesia itu disambut antusias oleh kedua tim. “Sejak terdepak dari Kobatama sebelas tahun lalu, kami selalu menantikan datangnya kesempatan untuk bermain di liga basket tertinggi di Indonesia ini,” ungkap Willy Winoto, Wakil Manager Pacific Caesar Surabaya. “Bisa mencicipi laga-laga sekelas NBL Indonesia jelas menjadi suatu kebanggaan yang tidak terkira bagi kami. Semua sudah tak sabar menyambut bergulirnya musim baru September mendatang,” lanjut Willy.
NSH GMC Riau pun tak kalah bersemangat. “Kami surprised dan luar biasa senang saat dinyatakan resmi bergabung di NBL Indonesia. Dengan masuknya tim kami di liga terbaik tanah air ini, semoga kompetisi menjadi lebih semarak,” tutur Yusuf Arlan, Manager NSH GMC Riau.
Bergabungnya Pacific Caesar Surabaya dan NSH GMC Riau memang diprediksi akan membuat kompetisi menjadi lebih seru. “Pertandingan akan berlangsung makin kompetitif. Tapi, saya percaya, seluruh tim sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi setiap liga,” tukas Bella Erwin Harahap, Ketua Dewan Komisaris NBL Indonesia.
Pacific Caesar Surabaya pernah meramaikan persaingan di Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama), kemudian bergabung di Premier Basketball League (PBL). Pada PBL musim 2010-2011, Pasific Caesar mencatatkan diri sebagai runner up. NSH GMC Riau juga pernah menyemarakkan persaingan Kobatama dan PBL.
Musim NBL Indonesia 2011-2012 akan dimulai dengan Preseason Tournament, di Malang, akhir September mendatang. Musim reguler baru akan dimulai Desember nanti, setelah berakhirnya SEA Games XXVI.
Dengan penambahan dua klub baru, maka jumlah pertandingan pun bertambah. Musim lalu, setiap klub bertanding 27 kali di musim reguler. Di musim baru ini, setiap klub bertanding hingga 33 kali.

Info Open Run LA Streetball 2011

Ballers, gak terasa, Open Run LA Streetball di tahun 2011 ini udah berjalan lebih dari setengah putaran. Setelah minggu lalu kita baru saja melewati Open Run di kota Jakarta, di akhir minggu ini, kota Bandung bersiap-siap untuk mengadakan Open Run selanjutnya. Sama seperti di kota-kota sebelumnya, di Open Run Bandung nanti, kita akan melihat aksi-aksi para Allstars Nasional untuk menunjukkan kebolehannya lewat pertandingan eksebisi melawan tim City Selection. Beberapa dari Allstars Nasional ini sebagian merupakan Allstars lama, sedangkan sebagian lagi merupakan “New Comers”. Anthony AKA Transformer, Picko AKA Steroids, dan Rahmad AKA Invisible merupakan 3 (tiga) pendatang baru di tim Allstars Nasional 2010. Beberapa dari mereka ada yang sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali bisa terpilih sebagai Allstars Nasional, namun ada juga yang memang sangat niat dan melakukan banyak persiapan guna terpilih sebagai salah satu member dari tim terbaik LA Streetball tersebut.
Nahh, pengen tau gak sih, gimana perasaan, pendapat, atau komen-komen mereka ketika mereka pertama kali bermain di roadshow kota-kota Open Run sebagai Allstars Nasional? Yuk kita simak interview singkat dengan ke 3 Allstars Nasional tersebut di bawah ini:
WEBSTYLER: Gimana perasaan loe tahun ini sebagai Allstar setelah mengikuti Allstar Roadshow pertama kemarin? Apa loe agak grogi? Tegang? Atau ada perasaan lain?
  • Anthony: Perasaan gue seneng banget, karena kita semua yang tergabung di tim Allstars itu bener-bener menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh para penonton. Untuk masalah grogi sih ngga terlalu ya, semua berjalan dengan normal karena banyak masukan juga dari teman-teman Allstars dan para judges, dan yang lainnya.
  • Picko: Perasaan saya mengikuti Allstar Roadshow pertama kemarin, ya awalnya pasti ada rasa grogi karena memang baru pertama kali... tegang juga ya, tapi setelah berlanjut ke kota-kota selanjutnya, ya sudah mulai terbiasa.
  • Rahmad: Saya senang bisa jadi Allstar! Waktu Roadshow pertama kemarin, saya akui saya masih agak-agak grogi gitu.
WEBSTYLER: Loe melihat ada perbedaan gak ketika loe bermain sebagai Allstar dengan ketika loe bermain di Open Run biasa?
  • Anthony: Jauh berbeda sih antara Open Run dan Allstars game, karena di Open Run kita lebih totalitas untuk menang dan menjadi juara. Sedikit berbeda kalau untuk Allstar, kita dituntut menang dan yang lebih penting menghibur para penonton. Jadi ya mesti bisa membedakan kapan main di Open Run dan kapan mesti bermain sebagai seorang Allstar.
  • Picko: Ya terlihat jelas perbedaannya. Karena saat di Open Run, posisi saya di tim bermain sebagai point guard yang notabene sering membawa bola, dan juga sebagai pengatur tim. Sedangkan saat di tim Allstars, saya bermain di posisi dunker yang harus sering melakukan dunk dan jarang membawa bola.
  • Rahmad: Pasti ada lah.. Kan kalau kita bermain di tim sendiri, permainan kita akan lebih lepas dan enjoy. Tapi kalau di tim Allstars, kita dituntut untuk harus tampil maksimal terus.
WEBSTYLER: Mengenai penampilan loe di Roadshow pertama kemarin, apakah lo puas? Kalau belum puas, apa yang bakal elo lakuin di Roadshow-Roadshow selanjutnya?
  • Anthony: Penampilan gue di Roadshow pertama kemarin sangat jauh dari harapan gue. Dan di kota-kota berikutnya, gue mulai merubah pemikiran gue, dan gue langsung berlatih lebih lagi karena sebagai Allstar itu, kita punya tanggung jawab yang jauh lebih besar dibanding ketika gue maen di Open Run.
  • Picko: Sangat tidak puas! Karena saat Roadshow pertama, saya selalu gagal melakukan dunk, dan hanya mencetak sedikit point. Dari situ, saya berlatih untuk lebih meningkatkan latihan jumping, step dunk, dan latihan individual lainnya.
  • Rahmad: Saya merasa lumayan puas dengan penampilan perdana saya kemarin. Tapi saya masih akan latihan lebih banyak lagi, agar dapat tampil lebih baik lagi ke depannya.
WEBSTYLER: Apakah ada pelajaran atau sesuatu yang loe dapat di Roadshow pertama loe kemarin? Kalau ada, boleh tolong dijelaskan.
  • Anthony: Pelajarannya sih banyak ya.. Salah satunya yaitu mesti lebih siap dalam bertading dan mesti berperan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pihak penyelenggara. Intinya, gue mesti merubah pemikiran gue dimana Allstars is all about showtime, dan Open Run is about game time!
  • Picko: Ada! Di awal-awal Roadshow, saya bermain tidak seperti apa yang biasanya saya lakukan saat bermain.. Saya terlalu terpaku dengan tugas saya sebagai dunker.. Tapi setelah saya diberitahu oleh Allstars yang lainnya, dan juga para pelatih serta Judges, saya baru mengerti bahwa apabila saya ingin bermain yang bagus, saya harus bermain seperti saya sendiri, seperti apa yang biasa saya lakukan saat bermain basket. Intinya, saya tidak boleh merubah karakteristik permainan saya.
  • Rahmad: Pelajaran yang saya dapatkan adalah percaya diri. Maksud saya di sini adalah di manapun kita berada, kita harus percaya diri dengan kemampuan kita, karena dengan kepercayaan diri serta ditopang dengan skill kita, kita akan mudah melewati segala hal.
WEBSTYLER: Berdasarkan persiapan dan penampilan loe tahun ini, apakah loe yakin bisa kepilih sebagai Allstar lagi nanti?
  • Anthony: Yang jelas sih gue sangat ingin untuk terpilih lagi menjadi Allstar Nasional. Gue akan latihan lebih giat lagi dan akan bermain lebih maksimal lagi di Open Run dan Roadshow-Roadshow berikutnya. Gue akan totalitas dalam memberikan performa gue.
  • Picko: Untuk masalah itu saya tidak tahu, karena saya baru melakukan beberapa kali Roadshow. Mungkin nanti setelah saya menjalani semua Roadshow, baru saya bisa memberi komentar yang lebih pasti lagi. Sekarang yang saya lakukan hanya bermain yang bagus untuk tim dan bisa membuat hiburan yang meriah untuk penonton.
  • Rahmad: Kalau masalah terpilih atau tidak terpilih lagi sebagai Allstar sih saya belum bisa menjawab sekarang. Itu semua saya serahkan kepada Judges aja yang menilai penampilan saya. Tapi saya akan terus latihan agar bisa tetap mengenakan kostum Allstar seterusnya.. Amin!

Minggu, 05 Juni 2011

street

Video socer vs streetball

sejarah permainan Bola Basket


Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahraga baru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan Olahraga Basket yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.
Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan Olahraga Basket itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.
Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.

Jumat, 03 Juni 2011

Streetball
Streetball
Kompetisi Bola Basket terbaik masih dipegang Amerika Serikat. Dengan liga yang bernama NBA, olahraga ini kian digemari masyarakat di Indonesia. Namun belakangan, nama streetball mulai digandrungi kalangan anak muda di pelosok negeri. Streetball merupakan olahraga yang hampir sama dengan bola basket, namun jumlah pemain, lapangan serta ring yang hanya satu buah.
Streetball biasa dimainkan dengan sistem 3 on 3 yang hanya menggunakan 1 ring sebagai sasaran yang biasa dimainkan di pinggir jalan pada waktu malam hari. Selain perbedaan itu, streetball juga lebih menghibur dan kostum olahraga yang digunakan mengadopsi gaya para rapper (penyanyi rap). Streetball kini semakin diminati kalangan anak muda yang kemudian menjadi trend dan berkembang menjadi gaya hidup.
Streetball yang lahir di Venice Beach, sebuah pantai di Amerika Serikat, memiliki aturan yang sedikit bebas dari bola basket. Selain cara bermain, lapangan tempat diadakannya permainan dikelilingi pagar kawat yang tinggi dan berbagai graffiti yang menghiasi dinding di sekelilingnya. Streetball juga memiliki keunikan tersendiri dengan adanya MC di tengah lapangan. Streetball di Indonesia lahir tahun 2002 silam.
Richard ‘Insane’ Latunusa merupakan penggagas streetball di Indonesia. Selain menjadi ikon streetball Indonesia, dia juga merupakan pemain terbaik liga LA Light Streeball tahun 2005. Untuk menampung kegemaran anak muda terhadap streetball, Richard membukan sekolah streetball bernama Future Streetball Camp, di Bandung.
Pada 2005, sebuah agen menawarkan permainan atraksi bola basket ini dijadikan sebuah produk yang bisa dijual. Insane tidak keberatan. Jadilah LA Light Streetball, even streetball 5 on 5 full court pertama di Indonesia, dan merupakan varian dari olahraga bola basket yang dikombinasikan dengan entertainment

Kamis, 02 Juni 2011

NBA




Getty Images
Surabaya - Nama-nama tim eks bintang Amerika Serikat yang tergabung dalam USA Legends untuk menghadapi bintang-bintang NBL telah diumumkan. Tim USA Legends dimotori oleh Cedric Ceballos dan Clifford Robinson.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim USA Legends akan menantang tim gabungan pemain bintang NBL dalam pertandingan yang berlangsung di Hall A Senayan Jakarta (22 Juni) dan DBL Arena Surabaya (25 Juni).

Dalam press release yang diterima detikSport, Kamis (26/5/2011) sore WIB tim USA Legends akan bermaterikan Cedric Ceballos, mantan top scorer Los Angeles Lakers (All-Star 1995), Dale Ellis, mantan bintang Seattle SuperSonics (All-Star 1989), dan Clifford Robinson, mantan andalan Portland Trail Blazers (All-Star 1994).

Selain pernah terpilih masuk NBA All-Star, Ceballos juga pernah bikin sensasi saat meraih gelar juara NBA Slam Dunk pada 1992. Dale Ellis pernah merebut juara NBA Three-Point Shootout 1989. Sebelum itu, pada 1987, Ellis meraih gelar NBA Most Improved Player. Sedangkan Clifford Robinson pada 1993 juga meraih gelar Sixth Man of the Year.

Selain ketiga eks All-Star di atas, akan hadir pula Voshon Lenard, mantan juara NBA Three-Point Shootout 2004 saat membela Denver Nuggets. Lalu ada dua mantan pemain Los Angeles Lakers, Ike Nwankwo dan Duane Cooper.

Selain enam mantan pemain NBA tersebut, tim USA Legends juga diperkuat enam pemain dari NBA Delevopment League. USA Legends akan datang ke Indonesia pada 20 Juni.

Sementara itu tim NBL Indonesia akan berisikan pemain-pemain dari sepuluh klub peserta liga tertinggi di tanah air tersebut. Kebanyakan adalah pemain muda, didukung bintang-bintang populer. Sejauh ini, nama yang sudah dipastikan oleh penyelenggara adalah Denny Sumargo (Garuda Flexi), Dimaz Muharri (CLS Knights), Oki Wira Sanjaya (Aspac), serta para peraih award musim 2010-2011 seperti Dian Heryadi (top rebound, Muba Hangtuah Indonesia Muda) dan Valentino Wuwungan (rookie of the year, Satya Wacana Angsapura).

Susunan lengkap NBL Indonesia Selection Team akan diumumkan dalam waktu dekat. “Kami terus berkoordinasi dengan tim nasional tentang pemain,” tukas direktur PT Deteksi Basket Lintas (DBL) Indonesia sekaligus comissioner NBL Indonesia selaku penyelenggara kegiatan ini.

"Event ini bersejarah. Untuk kali pertama, ada tim beranggotakan enam mantan pemain NBA, termasuk tiga orang All-Star, bertanding melawan bintang-bintang NBL Indonesia,” kata David Chu, general manager USA Legends.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan PT DBL Indonesia, organisasi yang sangat profesional di Indonesia. Kami yakin even ini adalah awal dari kunjungan rutin tim USA Legends ke Indonesia,” tambahnya.

Selain datang bertanding di Flexi NBL Indonesia Challenge 2011, barisan USA Legends juga akan menghadiri peluncuran musim baru NBL Indonesia 2011-2012, yang rencananya dimulai Desember mendatang.